Indeks Pemanfaatan Pangan
Data and Resources
-
Data Indeks Pemanfaatan PanganXLSX
Data Excel untuk dataset Indeks Pemanfaatan Pangan
Additional Info
| Field | Nilai |
|---|---|
| Sumber | Dinas Pangan |
| Last Updated | November 3, 2026, 00:09 (UTC) |
| Dibuat | November 3, 2026, 00:09 (UTC) |
| Cakupan | Kabupaten |
| Cara Pengumpulan Data | Kompilasi Produk Administrasi |
| Frekuensi | Tahunan |
| Interpretasi | Nilai indeks berada pada skala 0–100. Semakin tinggi nilainya, semakin baik pemanfaatan pangan, artinya konsumsi pangan lebih beragam dan aman, sanitasi dan akses air bersih lebih baik, pengetahuan gizi lebih memadai, dan status gizi balita lebih baik. Indeks ini sebaiknya dibaca bersama dua pilar lainnya. Wilayah dengan ketersediaan dan keterjangkauan pangan yang baik bisa tetap memiliki pemanfaatan rendah jika akses air bersih buruk atau prevalensi stunting tinggi. Karena indikator pilar ini banyak berada di luar kewenangan Dinas Pangan, penelusuran ke indikator penyusunnya penting untuk menentukan perangkat daerah mana yang perlu dilibatkan dalam intervensi. |
| Jadwal Rilis | Januari |
| Keluaran | LPPD |
| Klasifikasi Penyajian | Kabupaten Berau |
| Konsep | Pemanfaatan pangan adalah kemampuan tubuh dan rumah tangga untuk memanfaatkan pangan yang dikonsumsi secara optimal, yang dipengaruhi oleh pengetahuan gizi dan pengasuhan, kualitas dan keamanan pangan, keberagaman konsumsi, serta sanitasi dan akses air bersih. Hasil akhirnya tercermin pada status gizi penduduk, terutama balita. |
| Metode/Rumus Perhitungan | 1. Standarisasi tiap indikator menggunakan z-score dan distance to scale 0–100, dengan arah indikator negatif dibalik. 2. Kalikan nilai terstandarisasi tiap indikator dengan bobotnya. 3. Jumlahkan hasilnya, lalu bagi dengan total bobot pilar agar indeks kembali ke skala 0–100: Indeks Pemanfaatan Pangan = Σ (aᵢ × Xᵢ) ÷ Σ aᵢ Keterangan: aᵢ adalah bobot indikator ke-i pada pilar pemanfaatan, dan Xᵢ adalah nilai indikator ke-i yang sudah distandarisasi. |
| Nama Kegiatan Statistik | Kompilasi Data Penyusunan Indeks Ketahanan Pangan Kabupaten Berau |
| No. Romantik | K-25.6405.008 |
| Penanggung Jawab Program (Bidang) | Bidang Ketersediaan dan Kerawanan Pangan Dinas Pangan |
| Penanggung Jawab Program (Jabatan) | Kepala Bidang Ketersediaan dan Kerawanan Pangan |
| Periode Input Data | Tahun |
| Referensi / Sumber Data | RPJMD (IKK) |
| Satuan | Indeks |
| Sifat Data | Terbuka |
| Ukuran | Indeks/Nilai |
| Urusan | Pangan |
| Variabel Pembentuk | 1. Rata-rata lama sekolah perempuan berumur di atas 15 tahun (tahun) 2. Persentase rumah tangga tanpa akses ke air bersih (%) 3. Persentase sampel pangan segar dan siap saji yang memenuhi standar keamanan pangan terhadap total sampel (%) 4. Skor Pola Pangan Harapan (PPH) konsumsi (skor) 5. Persentase balita dengan tinggi badan di bawah standar/stunting (%) 6. Bobot masing-masing indikator sesuai petunjuk teknis IKP/FSVA yang berlaku Arah tiap indikator disesuaikan saat standarisasi: rata-rata lama sekolah perempuan, persentase keamanan pangan, dan skor PPH bersifat positif (semakin tinggi semakin baik), sedangkan persentase rumah tangga tanpa air bersih dan prevalensi stunting bersifat negatif (semakin kecil semakin baik). |