Indeks Ketahanan Pangan
Data and Resources
-
Data Indeks Ketahanan PanganXLSX
Data Excel untuk dataset Indeks Ketahanan Pangan
Additional Info
| Field | Nilai |
|---|---|
| Sumber | Dinas Pangan |
| Last Updated | September 18, 2026, 00:36 (UTC) |
| Dibuat | September 18, 2026, 00:36 (UTC) |
| Cakupan | Kabupaten |
| Cara Pengumpulan Data | Kompilasi Produk Administrasi |
| Frekuensi | Tahunan |
| Interpretasi | Nilai IKP berada pada skala 0–100. Semakin tinggi nilainya, semakin baik/tahan kondisi ketahanan pangan wilayah; semakin rendah, semakin rentan. Skor komposit dikelompokkan ke dalam 6 kelompok prioritas — Prioritas 1 (Sangat Rentan) hingga Prioritas 6 (Sangat Tahan) — di mana nomor prioritas kecil menandakan kondisi lebih rentan dan menjadi prioritas penanganan utama. Nilai bersifat relatif antarwilayah, bukan vonis mutlak; wilayah prioritas rendah tidak berarti seluruh penduduknya rawan pangan, demikian pula sebaliknya. |
| Jadwal Rilis | Januari |
| Keluaran | Sektoral |
| Klasifikasi Penyajian | Kabupaten Berau |
| Metode/Rumus Perhitungan | Indeks komposit tertimbang dari indikator penyusun (pilar ketersediaan, keterjangkauan, dan pemanfaatan pangan), dengan tahapan: (1) standarisasi nilai tiap indikator menggunakan z-score dan distance to scale 0–100; (2) penghitungan skor komposit dengan menjumlahkan hasil perkalian tiap nilai indikator terstandarisasi dengan bobotnya (bobot ditetapkan melalui expert judgement), yaitu Yⱼ = Σ(aᵢ × Xᵢⱼ); (3) klasifikasi skor komposit ke dalam 6 kelompok prioritas berdasarkan cut off point. |
| Nama Kegiatan Statistik | Kompilasi Data Penyusunan Indeks Ketahanan Pangan Kabupaten Berau |
| No. Romantik | K-25.6405.008 |
| Penanggung Jawab Program (Bidang) | Bidang Ketersediaan dan Kerawanan Pangan Dinas Pangan |
| Penanggung Jawab Program (Jabatan) | Analis Ketahanan Pangan |
| Periode Input Data | Tahunan |
| Referensi / Sumber Data | RPJMN 2025-2029; RPJMD (IKD) |
| Satuan | Tanpa Satuan |
| Sifat Data | Terbuka |
| Ukuran | Indeks/Nilai |
| Urusan | Pangan |
| Variabel Pembentuk | IKP disusun dari 12 indikator yang dikelompokkan ke dalam 3 pilar ketahanan pangan: A. Pilar Ketersediaan Pangan (availability) 1. Rasio konsumsi normatif per kapita terhadap ketersediaan pangan (beras, jagung, ubi kayu, ubi jalar, sagu, dan pisang) 2. Rasio ketersediaan energi per kapita per hari terhadap standar kebutuhan 3. Rasio ketersediaan protein hewani per kapita per hari terhadap standar kebutuhan 4. Rasio Cadangan Beras Pemerintah Daerah Kabupaten/Kota (CBPK) yang dimiliki terhadap CBPK berdasarkan ketentuan peraturan perundang-undangan B. Pilar Keterjangkauan Pangan (access) 5. Persentase penduduk yang hidup di bawah garis kemiskinan 6. Koefisien varian harga pangan (beras medium, daging ayam ras, telur ayam, dan minyak goreng) 7. Prevalence of Undernourishment (PoU) / prevalensi ketidakcukupan konsumsi pangan C. Pilar Pemanfaatan Pangan (utilization) 8. Rata-rata lama sekolah perempuan umur di atas 15 tahun 9. Persentase rumah tangga tanpa akses ke air bersih 10. Persentase keamanan pangan (segar dan siap saji) yang memenuhi standar terhadap total sampel 11. Skor Pola Pangan Harapan (PPH) konsumsi 12. Persentase balita dengan tinggi badan di bawah standar (stunting) |